Sabtu, 26 Maret 2011

PERUSAHAAN COCA-COLA

. 

Sejarah The Coca-Cola Company
 
  • Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia.
  • Dr. Pemberton kemudian menjual ciptaannya dengan harga 5 sen per gelas di apotiknya dan mempromosikan produknya dengan cara membagi ribuan kupon yang dapat ditukarkan untuk mencicipi satu minuman secara cuma-cuma. Pada tahun tersebut ia menghabiskan US$46 untuk biaya periklanan. Pada tahun 1892, Pemberton menjual hak cipta Coca-Cola kepada Asa G. Chandler yang kemudian mendirikan perusahaan Coca-Cola pada 1892
  • Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cinderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
  • Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.

Visi Perusahaan Coca Cola 

  1. Visi kami berfungsi sebagai kerangka bagi kami Roadmap dan panduan setiap aspek      dari  bisnis kami dengan menjelaskan apa yang perlu kita capai untuk terus mencapai yang berkelanjutan, pertumbuhan yang berkualitas. 
  2. Orang : Jadilah tempat yang bagus untuk bekerja di mana orang terinspirasi untuk menjadi yang terbaik mereka dapat. 
  3. Portofolio: Bawa ke dunia portofolio merek minuman kualitas yang mengantisipasi dan memuaskan keinginan rakyat dan kebutuhan. 
  4. Mitra: Pemeliharaan jaringan memenangkan pelanggan dan pemasok, bersama-sama kita menciptakan saling, nilai abadi. 
  5. Planet: Jadilah warga negara yang bertanggung jawab yang membuat perbedaan dengan membantu membangun dan dukungan masyarakat yang berkelanjutan. 
  6. Profit: return jangka panjang Maksimalkan untuk pemilik saham saat sedang memperhatikan tanggung jawab kami secara keseluruhan. 
  7. Produktivitas: Menjadi organisasi yang sangat efektif, ramping dan bergerak cepat. 

Misi The Coca-Cola 
  1. kami Roadmap dimulai dengan misi kami, yang abadi. Ia menyatakan tujuan kita sebagai    sebuah perusahaan dan berfungsi sebagai standar yang kita menimbang tindakan kita dan keputusan.                                                                                                                                   
  2.  Untuk memperbarui dunia
  3. Untuk menginspirasi saat optimisme dan kebahagiaan
  4. Untuk menciptakan nilai dan membuat perbedaan

Struktur Organisasi Perusahaan












































Ruang Lingkup Usaha 

Coca-cola Company adalah perusahaan yang telah berhasil menjadi global dalam dua hal yaitu dalam hal visi dan skala operasi, yang dikelola berdasarkan penguasaan pasar lokal. Daerah operasinya meliputi 200 negara dan mengendalikan 47 persen pangsa pasar soft drinks yang dikonsumsi seluruh dunia dengan angka konsumsi sebesar 1,06 juta per hari di seluruh Dunia. Coca Cola adalah contoh merk yang sangat dominan di dunia.

Berikut ini merupakan tabel produk Coca Cola beserta produk dari kompetitor.





Logo dan Merek Coca Cola 
  • John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia. Coca-Cola logo, seperti produknya, merupakan logo dan merek paling dikenal di seluruh dunia.
  • Warna merah dan putuh pada logo Coca-Cola dibuat sederhana serta mudah diingat oleh konsumen. Logo Coca-Cola pertama kali diperkenalkan di Atlanta Journal pada tahun 1915 serta muncul pada display Pemberton farmasi. Coca-Cola logo terdaftar menjadi merek dagang pada tahun 1887 dan semenjak itu menjadi identitas merek korporasi.



Keunggulan dan Kelemahan Coca Cola Company
 Kekuatan Perusahaan
  • Menguasai pangsa pasar dunia
  • Beroperasi hingga lebih dari 200 negara
  • Memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman
  • Bermarkas di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat
  • Perusahaan minuman terbesar sedunia
  • Sebagai inovator dalam industri soft drink
  • Melakukan bottling investment dengan beberapa investee
  • Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik
  • Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat dunia
  • Memiliki divisi di beberapa negara
  • Nomor 1 dalam penjualan minuman jus dan No 1 dalam penjualan minuman teh dan kopi
  • Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif.
  • Perbedaan geografi perusahaan memberikan keseimbangan
  • Memiliki social responsibilities yang sangat baik
  • Net operating revenue tumbuh 4% menjadi $24.1 billion, dan operating income tumbuh 4% menjadi $6.3 billion




Kelemahan Perusahaan
Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar
Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain
Segmentasi terlalu global

ANALISIS PRODUK 

Siklus Hidup Produk Coca-Cola Company 


























Beberapa produk dirancang dengan siklus tertentu 
  • Barang-barang mode (fashion) mungkin memiliki siklus selama lima bulan, tetapi mobil (dengan sedikit modifikasi) memiliki siklus sepuluh tahun. Dalam kasus kendaraan bermotor, penggantian model akan dirancang untuk mengganti model lama ketika penjualan menurun pada tingkat yang tidak diharapkan.
  • Produk minuman seperti Guinness dan Coca-Cola memiliki siklus hidup yang tak terbatas










Gambar tersebut menunjukan tingkat konsumsi per kapita serta pendapatan perusahaan diseluruh dunia di mana angkanya terus mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan Coca-Cola Company seperti melakukan analisa portofolio produk untuk mengetahui perkembangan pasar, melakukan penyesuaian terhadap keinginan konsumen,serta mengetahui siklus produk

Pada tahun 2005, portofolio Coca-Cola Company menunjukan keseimbangan 
  • Pasar minuman olah raga mengalami peningkatan volume sebesar 23 % pada tahun 2005 , dimana penjualannya dipimpin oleh Aquaruis dan POWERADE. Penjualan Aquarius mengalami peningkatan sebesar 25 % pada tahun 2005 dan produk POWERADE kini telah tersedian di setiap agen pemasaran Coca-Cola Company di 76 negara.
  • Pasar minuman berenergi mengalami peningkatan volume sebesar 200% pada tahun 2005, bertepatan dengan peluncuran produk baru dari Coca-cola yaitu Full Throttle dan Sugar free Full Throttle. Produk tersebut mengalami kesuksesan sehingga menjadikan Coca-Cola menempati posisi ke tiga dalam pasar minuman berenergi di Amerika Serikat dalam waktu kurang dari satu tahun. Minuman pembakkar kalori tersebut mengalami peningkatan penjualan sebersar 38% pada tahun 2005.
  • Pasar minuman berkarbonasi mengalami peningkatan volume sebesar 2%. Diet Sprite Zero / Sprite Zero mengalami peningkatan volume sebesar 16% di seluruh dunia yang didukung oleh peningkatan penjualan produk Sprite sebesar 5 %. Produk Fanta juga mengalami peningkatan sebesar 5% dan Coca-Cola sebesar 2 %.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat di simpulkan bahwa kegiatan analisi poftofolio produk sangat diperlukan untuk menentukan produk baru yang akan diluncurkan serta perkembangan siklus produk yang sudah ada. Coca-cola Company memfokuskan kegiatan pada peluncuran produk baru pada segmen produk yang sedang mengalami peningkatan permintaan sehingga produk yang diluncurkan memperoleh angka penjualan yang tinggi. Selain itu Coca-Cola Company relatif cepat dalam menciptakan produk baru sehingga kegiatan tersebut dapat mensiasati sikluh hidup produk yang relatif cepat serta keinginan konsumen yang cenderung mengalami perubahan dalam waktu yang singkat. 

Strategi Produk Coca-Cola Company 

Coca-Cola Company memiliki jumlah produk sekitar 2.800 jenis produk. Produk-produk tersebut memiliki jenis serta segmentasi yang berbeda. Produk-produk tersebut dibagi dalam banyak lini produk dengan segmentasi serta targeting yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam 

Tindakan lini produk coca-cola company :

a. Penambahan Produk Baru

Salah satu produk yang paling di kenal di seluruh dunia dari Coca-Cola Company adalah produk Coca-Cola, Fanta, dan Sprite. Sebagai brand paling dikenal serta menguasai pasar minuman dunia, maka Coca-Cola senantiasa melakukan berbagai inovasi agar mampu menyajikan produk yang dibutuhkan konsumen seiring dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
Beberapa produk baru dari Coca-Cola company :
■ Coca-Cola Zero 
■ Sprite Zero
■ Minute Maid Light Cherry Limeade 
■ Dasani Sensations
■ BACARDI® Mixers Mojito 
■ Minute Maid® Juices to Go

b. Memperbaiki Produk
Demi menyajikan produk yang berkualitas bagi konsumen, maka Coca-Cola Company senantiasa melakukan perbaikan pada produk-produk yang ditawarkannya. Hal tersebut berkaitan dengan perkembangan keinginan serta kebutuhan konsumen yang selalu menginginkan produk yang memberikan manfaat dan tidak membahayakan tubuh. Sebagai contoh, pada tahun 2005 Coca-Cola memperkenalkan produk Powerade Option sebagai respon terhadap produk pesaing Gatorade yaitu Propel. Powerade menawarkan minuman olah raga yang rendah kalori dengan menggunakan zat pewarna serta pemanis dari sirup jagung, sucralosa, dan acesulfame potassium sebagai pengganti gula 

c. Membuang Produk Atau Menghentikan Produksi Suatu Produk
Coca-Cola Company merupakan perusahaan yang memiliki sekitar 400 buah Merk dagang dengan jumlah produk sekitar 3.000 jenis produk. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat besar bagi sebuah perusahaan minuman. Dengan jumlah yang sangat besar tersebut, maka terjadi beberapa permasalahan berkaitan dengan respon pasar terhadap produk, keadaan penjualan, serta efektifitas produksi. Terdapat beberapa produk Coca-Cola yang memiliki respon pasar yang relatif buruk serta permintaan pasar yang rendah. Oleh karena itu diambil langkah-langkah pengamanan terhadap produk-produk terkait agar tidak mengalami hal serupa, yaitu dengan membuang atau menghentikan produk yang memiliki nilai jual yang rendah karena akan mengakibatkan kerugian apabila diteruskan. Selain faktor-faktor tersebut, terdapat pula faktor kelangkaan bahan-bahan pembuat produk tersebut maka kegiatan produksi menjadi sulit. 

Kegiatan produksi dan promosi dapat dilakukan untuk produk-produk yang memiliki respon besar serta penjualan tinggi. Salah satu contohnya adalah produk Barq’s yang merupakan produk minuman soda dengan rasa root beer. Barq’s telah menghentikan beberapa produksinya yang kurang efektif seperti Barq's Orange Soda , Barq's Lemon-Lime Soda serta Barq's Grape Soda


Strategi Bauran Produk :

1. Penambahan Lini Produk Baru
Perkembangan masyarakat yang semakin cepat mengakibatkan kebutuhan konsumen semakin banyak serta konsumen menginginkan konsumsi berbagai kebutuhan pokok secara instant. Hal tersebut kemudian di manfaatkan oleh Coca-Cola Company sebagai sebuah sarana untuk menciptakan produk-produk baru guna memenuhi kebutuhan konsumen. Beberapa produk yang dihasilkan Coca-Cola pada mulanya dikonsentrasikan untuk memproduksi minuman-minuman bersoda kola. Tetapi seiring berjalannya waktu, Coca-Cola kemudian menciptakan produk-produk baru dengan jenis yang berbeda sesuai dengan kebutuhan serta keinginan pasar. Produk-produk yang dihasilkan Coca-Cola Company adalah minuman sari buah, Jus buah, minuman olah raga, minuman berenergi, susu serta teh.










2. Mengubah Prioritas Lini
Salah satu lini produk yang paling dikenal dari Coca-Cola Company adalah produk Coca-Cola, Fanta, dan Sprite. Produk-produk tersebut merupakaan produk yang paling besar angka penjualannya diseluruh dunia. Sebagai brand yang telah dikenal luas, maka kegiatan promosi tidak perlu terlalu besar. Sebaliknya, untuk menyeimbangkan penjualan di setiap lini produksi maka perlunya penyeimbangan dalam kegiatan penjualan. Salah setu diantaranya adalah dengan memindahkan beberapa kegiatan promosi pada brand yang sudah besar kepada brand-brand yang kurang dikenal masyarakat luas. Sebagai contoh, produk Minute Maid yang telah beredar di Amerika baru saja diluncurkan di Indonesia. Sebagai salah satu lini produk, maka Coca-Cola kini banyak melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan Minute Maid kepada konsumen indonesia sehingga kegiatan promosi untuk produk Coca-Cola menjadi agak berkurang. 

















STRATEGI PEMASARAN PRODUK SECARA GLOBAL
  • Menghadapi pasar yang unik dan heterogen, merek global harus cermat menyeimbangkan antara global standardization dan local customization. Standarisasi jelas akan meningkatkan efisiensi dan konsistensi yang lebih baik dalam menangani operasi global. Skala ekonomi yang substansial akan diraih melalui standarisasi produksi, distribusi, pemasaran, dan manajemen. Skala ekonomis akan diterjemahkan menjadi value yang lebih besar bagi pelanggan dengan menawarkan kualitas yang tinggi dan produk-produk yang lebih andal dengan harga yang lebih murah.
  • Namun di sisi lain, merek global harus melayani beragam pelanggan yang unik di berbagai pasar di banyak negara. Mereka mulai melihat bahwa program pemasaran akan lebih efektif jika disesuaikan dengan target pelanggan di masing-masing negara itu. Berbagai kondisi unik itu menuntut perlunya adaptasi, baik itu melalui fitur produk, maupun dalam kampanye iklan, kemasan, warna, bahan, harga, iklan, strategi penjualan, dan sebagainya. Diferensiasi di pasar lokal dapat dilakukan pada content, konteks, atau infrastruktur. Coca-Cola menggunakan diferensiasi content dan konteks di Asia. Untuk content-nya, Coca-Cola membuat produknya mengandung lebih sedikit pemanis dan karbonasi di sejumlah negara Asia Tenggara. Sementara itu, diferensiasi konteks mereka wujudkan dalam bentuk label dan kemasan. Di Cina, nama “Coca-Cola” ditulis dalam huruf Cina dan diucapkan sebagai Kekoukele, yang berarti “minuman menyenangkan” atau ”Can-Be-Tasty-Can-Be-Happy” dalam bahasa Cina.











































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar